Rabu, 21 April 2010

wanita dalam islam

Bagaimanakah seharusnya sebagai seorang muslimah??


Pertama, seorang muslimah haruslah kritis dan korektif
ada sebuah kisah di zaman Rasululloh, ketika terjadi peperangan, ada seorang wanita yang mendatangi beliau dan protes mengapa hanya kaum laki-laki yang diperbolehkan jihat. Maka Rosululloh menjawab " Pulanglah, dan katakan pada kaum wanita bahwa apa yang kalian lakukan itu (pekerjaan rumah tangga, mendidik anak, dll) merupakan jihat yang setara dengan jihatnya kaum laki-laki di medan perang.
di sini dapat diambil pelajaran bahwa wanita pun memiliki kebebasan untuk berfikir kritis. jika saat itu tidak ada wanita kritis tersebut, mungkin kita tidak tahu bahwa wanita memiliki jalan jihat sendiri.

kedua, manita harus memiliki cara berfikir pantang menyerah dan menentang/mengalahkan kebatilan.
sumayah, zainab  merupakan contoh tokoh2 pantang menyerah (bagaimana kisah tentang mereka InsyaAlloh akan saya baca terlebih dahulu )

Ketiga, seorang muslimah harus berfikir konstruktif
perempuan bukanlah sebagai pelengkap, tetapi merupakan patner sejati bagi kaum laki-laki. oleh karena itu, perempuan dalam islam perlu dan harus belajar karena ia memegang peran utama dalam rumah tangga dan berkewajiban menjaga akhlak dan moral.

Keempat, seorang muslimah harus berfikir independen
maksudnya bebas berfikir dan mengeluarkan pendapat

Seorang muslimah perlu memahami posisinya, yaitu:
  1. saya adalah milik saya
  2. saya adalah miliki orang tua
  3. saya adalah milik umat
  4. dan saya adalah milik anda (suami)
seorang muslimah boleh saja merambah ranah publik dengan catatan bahwa
  1. memiliki niat  yang lurus
semuanya diniatkan lurus karena Allah dimanapun kita berada dan apapun amanahnya, baik di keluarga ataupun di dalam masyarakat. di dalam masyarakat, niatkan untuk kebaikan umat..bukan diniatkan untuk pembuktian pada kaum laki-laki bahwa wanita pun bisa. niat seperti ini sudah tdak lurus lagi. 

2. menjaga batas syariat
3. tawazun, artinya harus seimbang
3. mengutamakan prioritas

demikianlah yang dapat saya tulis kali ini, sebenarnya apa yang beliau (ustadzah..) sampaikan jauh lebih banyak dari ini, tapi tidak brani saya tulis karena saya takut pemahaman saya tidak seperti yang beliau sampaikan.
mohon maaf bila banyak salah, itu datangnya dari saya pribadi, dari pemahaman yang masih sangat kurang. mohon kritik dan sarannya ya...

Selasa, 20 April 2010

Makna Syahadat

Pagi ini saya mengikuti kajian pagi di NH dengan tema "syahadat". Kata syahadat sudah tidak asing lagi bagi kita. Bagi orang muslim, kata ini diucapkan setiap hari. Arti dari kalimat syahadat adalah "saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
namun,,tahukah apa makna dari kalimat tersebut?/Secara singkat,akan saya bagikan kpd tmn2 ttg apa yang saya dapat pagi ini dari ustad Tamim

Syahadat
syahadat memiliki tiga makna
  1. menyaksikan
 syahida, asyhadu memiliki arti hadir dan menyaksikan dengan mata kepala atau mata hati. sehingga arti dari sasyhadu adalah " saya menyaksikan dengan mata kepala ataupun mata hati bahwa ... "
  1. memberikan kesaksian
pemaknaan yang kedua adalah memberi kesaksian. otrang yang menyaksikan akan memberikan kesaksian dengan pernyataan. satu pernyataan yang lahir dari pengetahuan yang terjadi akibat peristiwa menyaksikan baik dengan mata kepala ataupun mata hati.
  1. sumpah
Pemaknaan yang ketiga adalah sumpah. Orang yang memberikan kesaksian haruslah menyaksikan dan yakin dan juga harus mengucapkan sumpah. Sumpah, taruhannya adalah harga diri.

Sabtu, 17 April 2010

tripto bromo

Trip to Bromo

Senin, Oktober 2009 saya bersama 2 orang teman ke Gunung Bromo. Menuruti rasa penasaran skaligus juga sebagai pefresing setelah 4 hari penat oleh kegiatan penelitian di Pasuruan.
Gunung Bromo merupakan salah satu gunung di Jawa Timur, mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
Gunung dengan ketinggian 2.392 meter dpal ini ternyata tidak susah untuk di daki, bahkan hampir tidak ada aktivitas pendakiannya. Sepanjang perjalanan bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan sampai mendekati puncaknya, kecuali pada tempat tertentu. Pendakian hanya sangat dekat, itupun tersedia anak tangga yg smakin memudahkan perjalanan.
Berbeda dengan gunung lain,, sebelum sampai di puncak terlebih dahulu melalui Hamparan pasir yang cukup luas. Meski agak sulit dilaui, terutama kendaraan bermotor, tapi hamparan pasir ini justru menjadikan pesona tersendiri... berasa berada di Gurun Sahara...hehe,
Bagi anda yang ingin mendaki namun tidak siap berjalan jauh, maka tempat ini sangat cocok!