Minggu, 16 Mei 2010

Mie Instan


Artha Fara 10 Mei jam 23:56 Balas
Nilai / Kandungan Gizi Pada Mi Instan Indomie, Supermi, Sarimi, Kare, Pop Mie, Mie Sedap, Dll

Tahukah anda jikalau mi instant yang sudah mendarah daging dan menjadi salah satu makanan pokok di Indonesia ternyata memiliki kandungan kadar gizi yang cukup banyak dan berguna bagi tubuh. Hal ini berbeda dengan omongan orang-orang yang mengatakan bahwa makan mie instant membuat orang kekurangan gizi.

Hal itu memang ada benarnya karena pada mie instant memiliki nilai gizi nutrisi (nutrition fact) yang belum lengkap sehingga alangkah baik jika dalam mengkonsumsi mi instant dipadukan dengan bahan-bahan lain yang dapat memenuhi kebutuhan gizi tubuh kita sehari-hari.

Berdasarkan hasil pantauan ternyata nilai gizi dari tiap rasa dalam satu merek yang sama punya kandungan gizi yang berbeda-beda. Contohnya pada produk Indomie di mana kadar gizi pada Indomie rasa soto mie berbeda jauh dengan kandungan gizi pada Indomie rasa baso sapi. Dari sisi energi yang bisa kita dapat dari tiap sebungkus mi instan pun dapat kita ketahui.

Namun yang perlu diketahui adalah bahwa kebutuhan gizi untuk tiap-tiap orang adalah berbeda-beda dan dalam tiap bungkus mie instant belum tentu memiliki kandungan yang sama persis seperti pada informasi nilai gizi pada kemasan pembungkus. Dari info gizi tersebut seharusnya kita dapat melengkapi kekurangan gizi dari tiap bungkus mi instan dan menghindari kelebihan kadar gizi pada tubuh kita.

Untuk menambah protein kita dapat menambahkan telur atau kornet pada mie instant yang dimasak. Jika ingin menambah serat kita bisa tambah sayuran seperti daun sawi, daun bawang, bawang goreng, dsb. Semua dapat disesuaikan dengan mudah untuk mendapatkan gizi yang tidak didapat dari satu bungkus mi instant.

Berikut ini adalah beberapa informasi gizi atau kandungan gizi untuk produk mie instant Indomie :

1. Indomie Rasa Soto Mie
- Energi = 340 kkal
- Energi dari lemak = 110 kkal
- Lemak total = 12 gr / 22%
- Lemak jenuh = 4 gr / 19%
- Kolesterol = 0 mg / 0%
- Karbohidrat = 50 gr / 15%
- Serat makanan = 2 gr / 9%
- Gula = 2 gr / 9%
- Protein = 7 gr / 15%
- Natrium = 600 mg / 25%
- Vitamin A = 60% AKG
- Vitamin B12 = 20% AKG
- Vitamin B1 = 40% AKG
- Vitamin C = 6% AKG
- Vitamin B6 = 26% AKG
- Pantotenat = 10% AKG
- Kalsium = 2% AKG
- Niasin = 25% AKG
- Asam folat = 25% AKG
- Zat besi = 30% AKG

2. Indomie Rasa Baso Sapi
- Energi = 320 kkal
- Energi dari lemak = 120 kkal
- Lemak total = 13 gr / 25%
- Lemak jenuh = 8 gr / 39%
- Kolesterol = 0 mg / 0%
- Karbohidrat = 43 gr / 13%
- Serat makanan = 2 gr / 9%
- Gula = 3 gr / 14%
- Protein = 7 gr / 14%
- Vitamin A = 60% AKG
- Vitamin B12 = 20% AKG
- Vitamin B1 = 40% AKG
- Vitamin C = 0% AKG
- Vitamin B6 = 25% AKG
- Pantotenat = 0.53 mg
- Kalsium = 2% AKG
- Niasin = 15% AKG
- Asam folat = 25% AKG
- Zat besi = 30% AKG

3. Indomie Rasa Kaldu Ayam
- Energi = 320 kkal
- Energi dari lemak = 100 kkal
- Lemak total = 11 gr / 20%
- Lemak jenuh = 2 gr / 9%
- Kolesterol = 5 mg / 4%
- Karbohidrat = 48 gr / 15%
- Serat makanan = 2 gr / 8%
- Gula = 2 gr
- Protein = 7 gr / 14%
- Natrium = 740mg / 31%
- Vitamin A = 60% AKG
- Vitamin B12 = 20% AKG
- Vitamin B1 = 25% AKG
- Vitamin C = 6% AKG
- Vitamin B6 = 25% AKG
- Pantotenat = 10%
- Kalsium = 2% AKG
- Niasin = 20% AKG
- Asam folat = 25% AKG
- Zat besi = 30% AKG

4. Indomie Rasa Ayam Spesial
- Energi = 330 kkal
- Energi dari lemak = 120 kkal
- Lemak total = 14 gr / 25%
- Lemak jenuh = 3 gr / 14%
- Kolesterol = 5 mg / 1%
- Karbohidrat = 46 gr / 14%
- Serat makanan = 2 gr / 8%
- Gula = 2 gr
- Protein = 7 gr / 14%
- Natrium = 720mg / 30%
- Vitamin A = 60% AKG
- Vitamin B12 = 20% AKG
- Vitamin B1 = 40% AKG
- Vitamin C = 6% AKG
- Vitamin B6 = 25% AKG
- Pantotenat = 10%
- Kalsium = 2% AKG
- Niasin = 20% AKG
- Asam folat = 20% AKG
- Zat besi = 15% AKG

Untuk rasa / flavour lainnya akan diinput lain waktu. Trims.

Minggu, 09 Mei 2010

jadi juru masak di Segoro Gunung

Jumat-Minggu, 7-10 Mei 2010

KSR mengadakan kegiatan Latihan dan Pemantapan (Lantap) di Segoro Gunung, Kemuning, Karanganyar.
Panitia sebagian berangkat jam 3 sore dari markas Ksr PMI Unit UNS, menggunakan truk, sebagian lainnya menyusul dg sepeda motor setelah para peserta diberangkatkan. Bagiku,, pergi ke suatu tempat naik truk bersama tman2 mrupakan pengalaman yang asyik...hidup jadi lebih berwarna..hehe,,,
Sampai di Segoro gunung jam 5, saat itu peserta masih long march,. 

Ternyata saya pernah ke tempat ini, dulu ketika megikuti IMPAS. Lokasinya berada di dekat kemuning, tepatnya di pemberhentian sebelum menuju kebun teh. Sama seperti dulu, tempat ini sangat sejuk,,,tapi rasanya kemarin jauh lebih dingin terutama pada malam hari. airnya sedingin es, jd males nyentuhnya..he,. pdhl jadi sie konsumsi yang mau gak mau harus bnyak berhubungan dg air..
Menjadi sie konsumsi menjadi pangalaman baru bagi saya, karena biasanya pesan makanan, sedangkan kegiatan kemarin kami memasak.. ternayta asyik juga,,tpi kasihan juga teman-teman..harus makan masakan juru masak yang masih amatiran..hehe..
pengalaman di luar tgs sie konsumsi
- kehujanan selam hmpi 1 jam sewaktu MB
- jam 23.30-03.00 jaga di pos 1,, dingin bangeeettt,

catatan untuk sie konsumsi: kalau memasak porsinya selalu kurang.. ya maklumlah...kita kan masih amatiran,,hehe,,jadi tgak tau harus masak berapa banyak..
Entah karena harga diri yang terlalu tinggi atau memang begitulah kodratnya, kebanyakan manusia lebih baik diam menahan rasa sakit dari pada mengatakan pada orang lain kemudian mendapatkan respon... "ya ampunn..kasihan ya". Sadar atau tidak sebenarnya kata-kata tersebut bisa melukai harga diri, hal yg paling sensitif bagi sebagian orang.    bukan membohongi diri , tapi terkadang memang tak ada untungnya mengeluhkan apa yang kita rasakan pada orang lain.

Kamis, 06 Mei 2010

sahabat lingkungan

 
 
sahabat...tahukan anda siapa sosok di atas?? beliau adalah Bpk Mukarim..si penyelamat alam... atas kegigihannya..ia mampu mengubah padang lumpur menjadi hutan bkau dengan ketebalan ratusan meter...
lain kali akan ku ceritakan profil beliau pada kalian...

hutan mangrove


MANGROVE
Pengertian Mangrove
Menurut Snedaker (1978), hutan mangrove adalah kelompok jenis tumbuhan yang tumbuh di sepanjang garis pantai tropis sampai sub tropis yang memiliki fungsi istimewa di suatu lingkungan yang mengandung garam dan bentuk lahan berupa pantai dengan reaksi tanah an-aerob. Adapun menurut Aksornkoe (1993), hutan mangrove adalah tumbuhan halofit (tumbuhan yang hidup pada tempat-tempat dengan kadar garam tinggi atau bersifat alkalin) yang hidup disepanjang areal pantai yang dipengaruhi oleh pasang tertinggi sampai daerah mendekati ketinggian rata-rata air laut yang tumbuh di daerah tropis dan sub-tropis.
Secara ringkas hutan mangrove dapat didefinisikan sebagai suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut (terutama di pantai yang terlindung, laguna, muara sungai) yang tergenang pasang dan bebas dari genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap garam.
Habitat Mangrove
Habitat mangrove seringkali ditemukan di tempat pertemuan antara muara sungai dan air laut yang kemudian menjadi pelindung daratan dari gelombang laut yang besar. Sungai mengalirkan air tawar untuk mangrove dan pada saat pasang, pohon mangrove dikelilingi oleh air garam atau air payau.  Hutan mangrove biasa ditemukan di sepanjang pantai daerah tropis dan subtropis, antara 32° Lintang Utara dan 38° Lintang Selatan.
Hutan mangrove berkembang di zona intertidal sepanjang garis pantai tropis seperti estuari, lagun, delta, delta estuari dan lagun estuari. Hutan mangrove besar ditemukan sepanjang garis pantai yang berlumpur, terlindung, terbebas dari angin dan arus yang kuat. Hutan mangrove tumbuh subur jika banyak mendapat pesediaan sedimen dan air tawar. Air payau tidak penting namun baik untuk pertumbuhan mangrove. Hutan mangrove juga dapat tumbuh di pantai berpasir dan berbatu, terumbu karang dan pulau.
Jenis-Jenis Mangrove.
Di dunia dikenal banyak jenis mangrove yang berbeda-beda. Tercatat telah dikenali sebanyak sampai dengan 24 famili dan antara 54 sampai dengan 75 spesies, tentunya tergantung kepada pakar mangrove yang mana pertanyaan kita tujukan. (Tomlinson, 1986 dan Field, 1995).
Dari sekian banyak jenis mangrove di Indonesia, jenis mangrove yang banyakditemukan antara lain adalah jenis api-api (Avicennia sp.), bakau (Rhizophora sp.), tancang (Bruguiera sp.), dan bogem atau pedada (Sonneratia sp.), merupakan tumbuhan mangrove utama yang banyak dijumpai. Jenis-jenis mangrove tersebut adalah kelompok mangrove yang menangkap, menahan endapan dan menstabilkan tanah habitatnya.
Berikut adalah beberapa jenis tumbuhan penyusun ekosistem mangrove:
Family
Nama Ilmiah
Nama Daerah
Pteridaceae
kerakas, paku laut
Myrsinaceae
teruntun, kecangan, gedangan, klunkum, dudun agung, kacang-kacangan
Myrsinaceae
manghe kashian
Avicenniaceae
sia-sia, api-api
Avicenniaceae
sia-sia, api-api
Avicenniaceae
sia-sia putih, sie-sie, api-api, pejapi, api, sia, hajusa, pai
Avicenniaceae
sia-sia putih, api-api kacang, papi, merahu
Rhizophoraceae
tanjang putih, tancang sukun, lengadai, bius
Rhizophoraceae
lindur, tanjang merah, salak-salak, totongkek, tancang, tumu, tanjang, putut, tokke, mulut besar, tongke kecil, mangi-mangi, wako, bako, bangko, sarau
Rhizophoraceae
bius, lenggadai, mou, paproti, sia-sia, tongo
Rhizophoraceae
tancang sukun, mulut kecil, sarau
Rhizophoraceae
kenyonyong, tingi, tengar, tinvi, laru, parum
Rhizophoraceae
tengah, mentigi, tingi, tengal, tengar, tinci, lonro, tengoh, band-gangi, mange darat, tanger, wanggo, parum, lindur
Euphorbiaceae
madengan, buta-buta, menengan, kalibuda, kayu buta-buta, betuh, warejit, bebutah
Sterculiceae
dungun, bayur laut, lawang
Combretaceae
kedukduk, truntun, taruntum, duguk ageng, duguk gedeh, duguk raya
Combretaceae
saman sigi, kedukduk, truntun, susup, lasi, tarumtum
Palmae
buyuk, buyuh, nipah, niu-nipa, nipah
Mytaceae
baru-baru
Lytraceae
sentigi, centigi, mentigi, cantinggi
Rhizophoraceae
jangkah, slengkreng, tinjnag, bakau, bakau-leutic, bakau-kacang, bakau putih, tanjang wedok, kajang-kajang, tokei, bakao, bakai-bini
Rhizophoraceae
bakau, slengkreng
Rhizophoraceae
bakau, bako gandul, bakau genjanh, bakau bandul, bakau hitam, tanjang lanang, tokke-tokke, bakau laki, blukap, tongke besar, lului, bakau-bakau, wako
Rhizophoraceae
bakau, bako kurap, slindur, tongke besar, wako, bako, bangko
Rubiaceae
duduk rambat, duduk rayap
Sonneratiaceae
parpat, bropak, padada bogem, pupat, prepat, berropa, pangka, barapak, barropa, susup, mange-mange, kadada, muntu, sopo
Sonneratiaceae
pedada, prapat, bogem, bedodo, bugem, prengat, prepat, mange-mange
Meliaceae
banang-banang, nyirih, siri
Meliaceae
banang-banang, nyirih, siri
Meliaceae
banang-banang, nyirih, siri
Table 1. jenis tumbuhan penyusun ekosistem mangrove
Zonasi penyebaran mangrove
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembagian zonasi terkait dengan respons jenis tanaman terhadap salinitas, pasang-surut dan keadaan tanah. Kondisi tanah mempunyai kontribusi besar dalam membentuk zonasi penyebaran tanaman dan hewan seperti perbedaan spesies kepiting pada kondisi tanah yang berbeda. Api-api dan pedada tumbuh sesuai di zona berpasir, mangrove cocok di tanah lembek berlumpur dan kaya humus sedangkan jenis tancang menyukai tanah lempung dengan sedikit bahan organik.
Keadaan morfologi tanaman, daya apung dan cara penyebaran bibitnya serta persaingan antar spesies, merupakan faktor lain dalam penentuan zonasi ini. Formasi hutan mangrove yang terbentuk di kawasan mangrove biasanya didahului oleh jenis pohon pedada dan api-api sebagai pionir yang memagari daratan dari kondisi laut dan angin. Jenis-jenis ini mampu hidup di tempat yang biasa terendam air waktu pasang karena mempunyai akar pasak. Pada daerah berikutnya yang lebih mengarah ke daratan banyak ditumbuhi jenis bakau (Rhizophora spp.). Daerah ini tidak selalu terendam air, hanya kedang-kadang saja terendam air. Pohon tancang tumbuh di daerah berikutnya makin menjauhi laut, ke arah daratan. Daerah ini tanahnya agak keras karena hanya sesekali terendam air yaitu pada saat pasang yang besar dan permukaan laut lebih tinggi dari biasanya.
Gambar.1.  Zonasi penyebaran jenis pohon mangrove.

Umumnya di perbatasan daerah laut didominasi jenis mangrove pionir Avicennia spp. dan Sonneratia spp. Di pinggiran atau bantaran muara sungai, Rhizophora spp. yang menempati. Di belakang zona ini merupakan zona campuran jenis mangrove seperti Rhizophora spp., Sonneratia spp., Bruguiera spp., dan jenis pohon yang berasosiasi dengan mangrove seperti tingi (Ceriops sp,) dan panggang (Excoecaria sp.). Di sepanjang sungai di bagian muara biasanya dijumpai pohon nipah (Nypa fruticans).
Manfaat Mangrove
Ekosistem hutan mangrove memberikan banyak manfaat baik secara tidak langsung (non economic value) maupun secara langsung kepada kehidupan manusia (economic vallues).
Beberapa manfaat yang tidak langsung sebagai konsumsi manusia antara lain adalah:
1)      Menumbuhkan pulau dan menstabilkan pantai.
Salah satu peran dan sekaligus manfaat ekosistem mangrove, adalah adanya sistem perakaran mangrove yang kompleks dan rapat, lebat dapat memerangkap sisa-sia bahan organik dan endapan yang terbawa air laut dari bagian daratan. Proses ini menyebabkan air laut terjaga kebersihannya dan dengan demikian memelihara kehidupan padang lamun (seagrass) dan terumbu karang. Akar pohon mangrove juga menjaga pinggiran pantai dari bahaya erosi.
2)      Sebagai peredam gelombang dan angin, pelindung dari abrasi, penahan intrusi air   laut ke darat, penahan lumpur dan perangkap sedimen.
3)      Menjernihkan air.
Akar pernafasan (akar pasak) dari api-api dan tancang bukan hanya berfungsi untuk pernafasan tanaman saja, tetapi berperan juga dalam menangkap endapan dan bisa membersihkan kandungan zat-zat kimia dari air yang datang dari daratan dan mengalir ke laut.
4)      Mengawali rantai makanan.
Daun mangrove yang jatuh dan masuk ke dalam air. Setelah mencapai dasar teruraikan oleh mikro organisme (bakteri dan jamur). Hasil penguraian ini merupakan makanan bagi larva dan hewan kecil air yang pada gilirannya menjadi mangsa hewan yang lebih besar serta hewan darat yang bermukim atau berkunjung di habitat mangrove.
5)      Melindungi dan memberi nutrisi.
Akar tongkat pohon mangrove memberi zat makanan dan menjadi daerah nursery bagi hewan ikan dan invertebrata yang hidup di sekitarnya.
6)      Penghasil kayu konstruksi, kayu baker, bahan baku arang, dan bahan baku kertas
7)      Habitat bagi beberapa satwa liar, seperti burung, reptilia (biawak, ular), dan mamalia (monyet)
8)      Sebagai tempat wisata
Dan sebagainya.

Rabu, 05 Mei 2010

si ahli surga

Saat sedang berkumpul dengan para sahabat,,tiba-tiba Rosululloh mengatakan bahwa "orang ini ahli surga" ketika ada seseorang masuk masjid..
semenjak itu,,Para sahabat berkeinginan untuk menyelidiki amalan apa yg dilakukan sehingga mnyebabkannya mjd ahli surga, kemudian ia meminta ijin untuk bertamu selama beberapa hari di rumah si ahli surga...
Selama beberapa hari diamati...belum juga ada amalan istimewa yang dilakukan...ketika malam tiba,,si ahli surga malah tidur bukannya menjalankan qiyamul lail...
pengamatan terus dilakukan..namun belum juga menunjukkan hasil..akhirnya sahabat bertanya " amalan apa yang kau lakukan sampai-sampai rosululloh mengatakan bahwa kau adalah ahli surga"
si ahli surga kemudian berfikir sejenak "amalan apa ya?"
"mugkin ini : ketika hendak tidur..maka sy memikirkan kejadian apa di hari yang membuatku sakit hati..dan saya berusaha memaafkan semua orang yang melakukan kesalahan padaku, dan saya berusaha mengikhaskannya"

subhanalloh...ternnyata begitu besar arti dari memaafkan dan mengikhlasan..
memang benar...ketika hendak tidur, kita mampu melupakan kejadian yang tak mengenakkan, meminta maaf dan memaafkan orang lain, memaafkan diri sendiri, dan mengiklaskan semuanya...
hati akan damai, lebih tenang, dan langkah pasti akan jauh lebih ringan...

dicoba yukkk!!...

Selasa, 04 Mei 2010

download

saya pernah berkunjung ke tempat ini, namub..fto diatas bkn kmi yng mengambil.
- hasil downloud -an...hehe,,,